Minggu, 15 Juli 2012

Laporan Spektrofotometri

LAPORAN PRAKTIKUM
Oleh :
Nama : Nikmatul Khoiriyah
Nim   : D1C010015
Teknologi Hasil Pertanian
UNJA

I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Analisa (atau analisa, analysis) dapat di aritkan sebagai usaha pemisahan suatu kesatuan pengertian ilmiah (dalam ilmu-ilmu social ) atau suatu kesatuan materi bahan menjadi komponen-komponen penyusunnya sehingga dapat di kaji lebih lanjut. Dalam cabang ilmu kimia, analisa berarti penguraian bahan menjadi senyawa-senyawa penyusunnya yang kemudian dapat dipakai sebagai data untuk menetapkan komposisi (susunan) bahan tersebut.
Bahan makanan dan hasil pertanian umumnya, pada hakekatnya merupakan bahan kimiawi alam yang tidak menyimpang dari kaedah-kaedah kimiawi bahan-bahan lainnya. Demikian juga sifat-sifat fisisnya  tak menyimpang dari benda-benda alam lain. Namun demikian, meskipun  memiliki sifat-sifat kimia dan fisis yang tak berbeda dengan benda-benda lain di alam ini, bahan makanan memiliki sifat khusus yaitu kemampuannya untuk menjadi sumber penyediaan gizi dalam proses kehidupan dan tenaga gerak kehidupan atau biokalori.
Dengan demikian, analisa bahan makanan dapt dilakukan dengan menggunakan kaedah-kaedah kimiawi, fisis, nutrisi (gizi), atau indrawi. Untuk bahan hasil pertanian non-pangan tentunya terbatas hanya pada bentuk analisa kimiawi dan fisia saja. Sifat nutrisi pangan bahan makanan dapat dilakukan secara tidak langsung melalui uji kimiawi atau secara langsung melalui uji biologis dengan menggunakan mikrobia ataupun hewan prcobaan.
Dalam melakukan analisa bahan hasil pertanian dapat menggunakan berbagai macam metode analisa. Pada praktikum kali ini menggunakan metode analisa spektrofotometri.
1.2 Tujuan Praktikum
Praktikum kali ini bertujuan untuk Mengukur antioksidan dari ekstrak belimbing manis dengan menggunakan spektrofotometer.




II. TINJAUAN PUSTAKA
a.       Spektrofotometri
Spektrofotometri merupakan suatu metode analisa yang di dasarkan pada pengukuran serapan sinar monokromatik oleh suatu laju larutan berwarna pada panjang gelombang spesifik dengan menggunakan monokrometer prisma atau kiri difraksi dengan defector. Spektrofotometri merupakan suatu metode analisis yang di dasarkan pada absorbsi radiasi elektromagnetik . cahaya terdiri dari radiasi terhadap masa mata manusia peka. Gelombang dengan panjang gelombang beraliran akan menimbulkan cahaya yang berlainan. Sedangkan campuran cahaya dengan panjang panjang ini akan menyusun cahaya putih. Cahaya putih meliputi seluruh sprektum nampak 400 – 760 nm. (Iqra Wahyuni, 2012).
Spektrometri serapan merupakan pengukuran atau interaksi antara radiasi elektromagnetik dan molekul atau atom dari suatuzat kimia. Teknik yang sering di gunakan dalam analisis farmasi meliputi spektrofotometri ultraviolet, cahaya tampak, inframerah dan serapan atom. Jangkauan panjang gelombang untuk daerah ultraviolet adalah 190 – 380 nm, daerah cahaya tampak 380 – 780 nm, daerah infra merah dekat 780 – 3000 nm ,dan daerah inframerah 2,5 – 40 nm atau 4000 – 250 cm -2. (Iqra Wahyuni, 2012).
b.      Spektrofotometer
Spektrofotometer adalah alat untuk mengukur transmitan atau absorban suatu sampel sebagai fungsi panjang gelombang. Sedangkan pengukuran menggunakan spektrofotometer ini, metoda yang digunakan sering disebut dengan spektrofotometri. Spektrofotometri merupakan suatu metoda analisa yang didasarkan pada pengukuran serapan  sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada panjang gelombamg spesifik dengan menggunakan monokromator prisma atau kisi difraksi dengan detektor fototube. Spektrofotometri dapat dianggap sebagai perluasan suatu pemeriksaan visual dengan studi yang lebih mendalam dari absorbsi energi. Absorbsi radiasi oleh suatu sampel diukur pada berbagai panjang gelombangdan dialirkan oleh suatu perkam untuk menghasilkan spektrum tertentu yang khas untuk komponen yang berbeda. (Yoki Edy Saputra, 2012).


c.       Antioksidan
Antioksidan merupakan senyawa yang mampu menunda, memperlambat atau menghambat reaksi oksidasi pada makanan maupun obat dimana senyawa-senyawa tersebut mudah teroksidasi sehingga sel-sel lain terhindar dari radikal bebas. Antioksidan adalah substansi yang menetralkan radikal bebas karena senyawa-senyawa tersebut mengorbankan dirinya agar teroksidasi sehingga sel-sel yang lainnya dapat terhindar dari radikal bebas ataupun melindungi sel dari efek berbahaya radikal bebas oksigen aktif jika hal itu berkenaan dengan penyakit dimana radikal bebas itu sendiri dapat berasal dari metabolism tubuh ataupun factor eksternal lainnya. (Anonim,2012).
Antioksidan merupakan zat yang mampu memperlambat atau mencegah proses oksidasi. Zat ini secara nyata mampu memperlambat atau menghambat oksidasi zat yang mudah teroksidasi meskipun dalam konsentrasi rendah.  Antioksidan juga sesuai didefinisikan sebagai senyawa-senyawa yang melindungi sel dari efek berbahaya radikal bebas oksigen reaktif jika berkaitan dengan penyakit, radikal bebas ini dapat berasal dari metabolisme tubuh maupun faktor eksternal lainnya. Radikal bebas adalah spesies yang tidak stabil karena memiliki elektron yang tidak berpasangan dan mencari pasangan elektron dalam makromolekul biologi. Protein lipida dan DNA dari sel manusia yang sehat merupakan sumber pasangan elektron yang baik Kondisi oksidasi dapat menyebabkan kerusakan protein dan DNA, kanker, penuaan, dan penyakit lainnya. Komponen kimia yang berperan sebagai antioksidan adalah senyawa golongan fenolik dan polifenolik. Senyawa-senyawa golongan tersebut banyak terdapat dialam, terutama pada tumbuh-tumbuhan, dan memiliki kemampuan untuk menangkap radikal bebas.  Antioksidan yang banyak ditemukan pada bahan pangan, antara lain vitamin E, vitamin C, dan karotenoid. (Wikpedia, 2012).
Salah satu metode yang digunakan untuk pengujian aktivitas antioksidan adalah metode DPPH. Metode DPPH didasarkan pada kemampuan antioksidan untuk menghambat radikal bebas dengan mendonorkan atom hidrogen. Perubahan warna ungu DPPH menjadi ungu kemerahan dimanfaatkan untuk mengetahui aktivitas senyawa antioksidan. Metode ini menggunakan kontrol positif sebagai pembanding untuk mengetahui aktivitas antioksidan sampel. Kontrol positif ini dapat berupa tokoferol, BHT, dan vitamin C. Uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menggunakan 1,1-difenil-2-pikrilhidra-zil (DPPH) sebagai radikal bebas. Prinsipnya adalah reaksi penangkapan hidrogen oleh DPPH dari senyawa antioksidan , misalnya troloks, yang mengubahnya menjadi 1,1-difenil-2-pikrilhidrazin. (Wikipedia,2012).
d.      Belimbing Manis
Belimbing adalah tumbuhan penghasil buah berbentuk khas yang berasal dari Indonesia, India, dan Sri Langka. Saat ini, belimbing telah tersebar ke penjuru Asia Tenggara, Republik Dominika, Brasil, Peru, Ghana, Guyana, Tonga, dan Polinesia. Usaha penanaman secara komersial dilakukan di Amerika Serikat, yaitu di Florida Selatan dan Hawaii. Buah belimbing berwarna kuning kehijauan. Saat baru tumbuh, buahnya berwarna hijau. Jika dipotong, buah ini mempunyai penampang yang berbentuk bintang. Berbiji kecil dan berwarna coklat. Buah ini renyah saat dimakan, rasanya manis dan sedikit asam. Buah ini mengandung banyak vitamin C. Belimbing manis merupakan simplisia buah basah yang dipanen setelah masak sempurna. Metode pemerasan digunakan untuk memperoleh ekstrak belimbing manis. Sebagai material awal digunakan tumbuhan segar yang dihaluskan. Cairan perasan adalah larutan dalam air yang terdiri dari seluruh bahan yang terkandung dalam tumbuhan segar dalam perbandingan yang sama seperti dalam material awalnya dan yang tetap tinggal hanya bahan yang tidak larut. (Awal Maulana, 2010)




           
           




III. METODELOGI
3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Praktikum ini di laksanankan di laboratorium teknologi hasil pertanian, Universitas Jambi. Pada hari senin, pukul 08.00 WIB – 10.00 WIB.
3.2 Alat dan Bahan
Praktikum ini menggunakan alat spektrofotometer UV, botol gelap, kuvet dan pipet mikro. Sedangkan bahan-bahan yang digunakan adalah ekstrak belimbing manis dan larutan DPPH.
3.3 Cara Kerja
Langkah pertama yang dilakukan pada praktikum ini yaitu menyiapkan ekstrak, buat konsentrasi ekstrak 100 ppm, 200 ppm, 400 ppm dan 500 ppm. Kemudian buat larutan DPPH (0,05 mM). Selanjutnya di uji, yaitu pertama masukkan ekstrak belimbing manis 0,2 ml dan larutan DPPH 3,8 ml pada botol gelap kemudian botol langsung ditutup. Diamkan selama 30 menit. Setelah 30 menit amati perubahan warna yang terjadi, kemudian lakukan uji spektro. Sampel masukkan dalam kuvet (pegang yang bergerigi), letakkan pada alat spektrofotometer. Hitung absorbantnya.













IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil pengamatan
 Ekstrak Belimbing Manis






ppm
Ulangan 1
Ulangan 2
Rata-rata
% Inhibisi

0
0.977
0.977
0.977
0

100
0.208
0.207
0.2075
78.762

200
0.206
0.2
0.203
79.222

300
0.201
0.201
0.201
79.427

400
0.199
0.197
0.198
79.734

500
0.178
0.186
0.182
81.372









x
y
x-xrata2
y-yrata2
(x-xrata2)(y-yrata2)
(x-xrata2)²

0
0
-250
-66.419
16604.750
62500

100
78.762
-150
12.343
-1851.377
22500

200
79.222
-50
12.803
-640.155
2500

300
79.427
50
13.008
650.391
2500

400
79.734
150
13.315
1997.232
22500

500
81.372
250
14.953
3738.136
62500
RATA2
250
66.419

JUMLAH
20498.976
175000












                a = 37.135
                b = 0.117
                Y = 0.117x + 37.135




Tokoferol




ppm
Ulangan 1
Ulangan 2
Rata-rata
% Inhibisi
0
0.977
0.978
0.9775
0
100
0.08
0.08
0.08
91.816
200
0.077
0.079
0.078
92.020
300
0.052
0.06
0.056
94.271
400
0.05
0.057
0.0535
94.527
500
0.052
0.065
0.0585
94.015


x
y
x-xrata2
y-yrata2
(x-xrata2)(y-yrata2)
(x-xrata2)²

0
0
-250
-77.775
19443.734
62500

100
91.816
-150
14.041
-2106.129
22500

200
92.020
-50
14.245
-712.273
2500

300
94.271
50
16.496
824.805
2500

400
94.527
150
16.752
2512.778
22500

500
94.015
250
16.240
4060.086
62500
RATA2
250
77.775

JUMLAH
24023.002
175000

            a  = 43.456
            b  = 0.137
            Y = 0.137x + 43.456







4.2 Pembahasan
      Spektrofotometri merupakan suatu metoda analisa yang didasarkan pada pengukuran serapan sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada panjang gelombamg spesifik dengan menggunakan monokromator prisma atau kisi difraksi dengan detektor fototube. Metode ini dapat digunakan untuk mengetahui zat yang terkandung dalam makanan atau minuman seperti micro nutrient, zat pewarna, dll tergantung panjang gelombang yang telah disetting pada spektrofotometer.
      Spektrofotometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur absorbansi dengan cara melewatkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu pada suatu obyek kaca atau kuarsa yang disebut kuvet. Sebagian dari cahaya tersebut akan diserap dan sisanya akan dilewatkan. Nilai absorbansi dari cahaya yang dilewatkan akan sebanding dengan konsentrasi larutan di dalam kuvet.
      spektrofotometer adalah alat untuk mengukur transmitan atau absorban suatu sampel sebagai fungsi panjang gelombang. Tiap media akan menyerap cahaya pada panjang gelombang tertentu tergantung pada senyawaan atau warna terbentuk.
Secara garis besar spektrofotometer terdiri dari 4 bagian penting yaitu :
a.  Sumber Cahaya
Sebagai sumber cahaya pada spektrofotometer, haruslah memiliki pancaran radiasi yang stabil dan intensitasnya tinggi. Sumber energi cahaya yang biasa untuk daerah tampak, ultraviolet dekat, dan inframerah dekat adalah sebuah lampu pijar dengan kawat rambut terbuat dari wolfram (tungsten). Lampu ini mirip dengan bola lampu pijar biasa, daerah panjang gelombang (l ) adalah 350 – 2200 nanometer (nm).
b. Monokromator
Monokromator adalah alat yang berfungsi untuk menguraikan cahaya polikromatis menjadi beberapa komponen panjang gelombang tertentu (monokromatis) yang bebeda (terdispersi).


c. Cuvet
Cuvet spektrofotometer adalah suatu alat yang digunakan sebagai tempat contoh atau cuplikan yang akan dianalisis.  Cuvet biasanya terbuat dari kwars, plexigalass, kaca, plastic dengan bentuk tabung empat persegi panjang 1 x 1 cm dan tinggi 5 cm. Pada pengukuran di daerah UV dipakai cuvet kwarsa atau plexiglass, sedangkan cuvet dari kaca tidak dapat dipakai sebab kaca mengabsorbsi sinar UV. Semua macam cuvet dapat dipakai untuk pengukuran di daerah sinar tampak (visible).
e.       Detektor
Peranan detektor penerima adalah memberikan respon terhadap cahaya pada berbagai panjang gelombang. Detektor akan mengubah cahaya menjadi sinyal listrik yang selanjutnya akan ditampilkan oleh penampil data dalam bentuk jarum penunjuk atau angka digital.
Dari hasil praktikum yang telah dilaksanakan ekstrak belimbing manis sebelum diberi larutan DPPH berwarna ungu tetapi setelah di beri larutan DPPH, warna ekstrak belimbing manis menjadi pudar. Hal ini membuktikan bahwa ekstrak belimbing manis mengandung antioksidan.






                 


BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
            Dari praktikum ini dapat di tarik kesimpulan bahwa :
ü  Spektrofotometri merupakan suatu metoda analisa yang didasarkan pada pengukuran serapan sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada panjang gelombamg spesifik dengan menggunakan monokromator prisma atau kisi difraksi dengan detektor fototube.
ü  Ekstrak belimbing manis setelah di tambah larutan DPPH warnanya menjadi pudar karena ekstrak belimbing manis mengandung antioksidan.


DAFTAR PUSTAKA
           
Anonim. 2012. Antioksidan dan Radikal Bebas. Http://wordpress.com. (Di akses pada tanggal 30 Juli 2012)
Latief, Madyawati.2012. Spektrofotometri. Universitas Jambi. Jambi
Saputra,yoki edy. 2012.Spektrofotometri. Http://situs-kima-Indonesia.org. (Di akses pada tanggal 30 Juli 2012)
Wahyuni, Iqra. 2012. Spektrofotometri. Http://www.blogspot.com. (Di akses pada tanggal 30 Juli 2012)
Wikipedia. 2012. Antioksidan. Http://id.wikipedia.org/antioksidan. (Di akses pada tanggal 30 Juli 2012)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar